Budi Hidayat

Budi Hidayat

Senin, Oktober 02 nd, 2017

Budi Hidayat
SKM, MPPM, PhD

Lihat Makalah

BUDI HIDAYAT lahir di Purbalingga pada Pebruari 1972. Gelar sarjana dan master diperolehnya masing-masing dari Universitas Indonesia (SKM, 1995) dan University of Southern Caifornia (MPPM, 2001) dengan predikat cumlaude. Pendidikan S3 (PhD), Summa Cum Laude, diperoleh ketika berusia 32 tahun dari University of Heidelberg, Jerman.

Budi tercatat sebagai Guru Besar termuda di FKM UI, dan kini diberi amanah untuk memimpin Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (CHEPS). Sebelumnya ia menduduki Sekretaris Eksekutif (2015-2016) Pusat Kajian Administerasi dan Kebijakan Kesehatan (CHAMPS) FKM UI, dan Sekretaris Program Studi S1 Peminatan Asuransi Kesehatan.

Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi mutlak dilakukan oleh setiap civitas akademika. Pada bidang Pendidikan, Prof Budi memiliki jejak rekam mengajar di dalam dan luar negeri. Ia menjadi penanggung jawab dan sekaligus pengajar pada sejumlah mata kuliah di FKMUI, seperti: Asuransi Sosial di Berbagai Negara, Pengembangan Bisnis Asuransi Kesehatan, Ekonometrik Kesehatan. Pengalaman mengajar pada tingkat internasional diperolehnya ketika ia menjadi Asisten Profesor di University of Southern California dimana ia bertanggung jawab untuk mengajar empat mata kuliah sbb: Applied International Policies and Management Project, Management of Managed Care Organizations, Policy and Program Evaluation, dan Data Management using STATA. Sementara, ketita menduduki posisi sebagai Research Scientist di Jerman, Budi juga mengembangkan mata kuliah Ekonomi Kesehatan, dan mengajarkannya kepada peserta program MSc Health yang ditawarkan oleh Institute of Tropical Hygiene, University of Heidelberg.

Budi memiliki keahlian riset outstanding. Keahlian ini dirintis sejak ia menjadi peneliti CHEPS. Kemampuan risetnya dipertajam saat menduduki Research Associate pada lembaga riset terkemuka di Amerika– RAND Corporation—2000-2001 dan Research Fellow di University of Heidelberg (2002-2004).

  • Puluhan artikel ilmiah hasil risetnya dapat ditemukan disejumlah peer review jurnal internasional dan nasional, seperti: Cost Effectiveness & Resource Allocations; Health Policy; Bulletin of the WHO; Health Policy and Planning; Bulletin of the Health System Research, Harm Reduction Journal; International Journal of Environmental Research and Public Health; Jurnal Manajem Pelayanan Kesehatan; serta Jurnal Nasional lainnya.
  • Berbagai karya dan pemikirannya juga disajikan pada berbagai forum nasional, regional dan internasional, seperti: Asia Pacific Conference on Health Insurance and Managed Care (USA, 2002); International Health Economics (Jerman 2003, 2004); Scientific Advisory Board Meeting of the TropMed Heidelberg (2002, 2003); World Congress of International Health Economic di New York (2001), San Francisco (2003), Barcelona (2005), Beijing (2009), Canada (2011), Australia (2013), dll; World Congress Tobacco (India, 2008); First Global Symposium Health System Research (Switzerland, 2010); The ASIAN Bioethics Research Network (China, 2011); the 8th Forum of Government Sponsored Health Insurance Schemes India (2014); UHC Regional Workshop Bangkok (2015), Health Technology Assessment, UK (2017), Patient Classifications di Dublin, Irlandia (2016) Patient Classifications Dublin, Irlandia (2016).

Selain aktif mengajar dan meneliti, Prof Budi juga aktif membantu pemerintah (Bappenas, Kemkes, Kemsos, dan Kemkeu) pada pengembangan Sistem Perlinduangan Sosial. Ia tercatat sebagi konsultan pada sejumlah lembaga donor: GTZ dan EPOS Health Consultants/GVG/AOK (2004-2005); Bank Dunia (2006-10); AusAID (2011-13); DFAT (2013/14), UNICEF (2015) dan GIZ (2017). Ia juga merupakan satu-satunya WNI yang duduk sebagai anggota IORB (International Outcome Research Board) yang secara rutin membahas dan mengkritisi pengadopsian kemajuan teknologi kesehatan (khususnya obat- obatan) yang beredar di sejumlah negara emerging market.

  • Darah kesehatan masyarakat telah mengilhami ybs ketika merancang Program Keluarga Kesehatan (PKH) tahun 2006. Selain berhasil memperbaiki outcome kesehatan diantara warga miskin, PKH juga berhasil membuka lapangan pekerjaan baru. Bersama tim Bank Dunia, Prof Budi juga merupakan konseptor pendirian TNP2K, kini berada di bawah SetWapres, tahun 2010.
  • Prof Budi juga aktif mengawal keberadaan JKN sejak inisiasi hingga kini. Ybs selalu terlibat dalam penyusunan sejumlah regulasi sebagai turunan dari UU SJSN dan UU BPJS. Model aktuaria yang digunakan dalam perhitungan iuran JKN merupakan contoh konkrit kontribusi yang diberikannya sehingga nilai iuran JKN berhasil dituangkan dalam PerPres 111/2013. Evaluasi iuran JKN-pun telah dilakukannya kembali pada akhir tahun 2015, sehinggi revisi PerPres yang mengatur iuran berhasil digulirkan pada tahun 2016 lalu.

    Mantan aktivis SM (1992-1994) dan ketua BPM FKMUI (1994/1995) telah mengantongi puluhan penghargaan: Mahasiswa Berprestasi 1995 dari Rektor UI & Dekan FKMUI; Insurance Education Program Award (HIAA, 2009), Phi Beta Kappa (2000); Outstanding Academic Achievement (OIS Amerika, 2001); Doctoral with summa cum laude Achievement (University of Heidelberg, 2004); Penulis Artikel Ilmiah Jurnal Internasional Terakreditasi (Dikti 2006 dan Rektor UI 2006); Peneliti Muda Kesehatan dan Kedokteran (LIPI, 2006); Peneliti Terbaik 2008 Rumpun Kesehatan UI; Penulis Jurnal Internasional Tahun 2008; Dosen Berprestasi Kedua Se-Universitas Indonesia 2010; Peneliti Terbaik Pertama Universitas Indonesia 2010; Pengabdi Masyarakat Terbaik Pertama Universitas Indonesia 2010; Penulis Jurnal Internasional Memiliki Impact Factors (Katagori 1) (2011). Budi juga telah menerima sejumlah grant, seperti: TropMed Heidelberg Doctoral Grant (TMH, 2002), The Culture and Society Scholarship (Institute of International Education, 2000); Graduate Scholarship Grant (USC, 1999); Health System Research Institute and China Medical Board Scholarship (2010) and National Institute of Health Scholarships (2011).

    Budi tinggal di Depok, menikah dengan Mirriani Yunita SKM, MKes, dan dikaruniai seorang anak perempuan, Afra Inayah Dhyaniputri, dan dua anak lelaki, Hanifditya Naufal Hidayat dan Rifqiditya Ayman Hidayat.

0 comments